Membuat Laporan Tahunan Perusahaan

Perusahaan pasti akan disibukkan jika sudah akhir tahun tiba. Karena banyak hal yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan yang akan dilakukan di akhir tahun salah satunya membuat laporan tahunan perusahaan. Untuk Anda yang masih bingung atau bahkan belum familiar dengan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan pada saat membuat laporan akhir tahun, Anda bisa mengikuti panduannya di bawah ini.

Membuat Laporan Tahunan Perusahaan

Panduan Membuat Laporan Tahunan Perusahaan

Laporan tahunan perusahaan atau annual report penting dibuat supaya berbagai pihak kepentingan tahu seperti apa perkembangan dan pencapaian yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut dalam satu tahun. Dan untuk membuatnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu:

1. Membuat Perencanaan Kerja

Hal penting pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan kerja. Jadi direksi yang ada dalam sebuah PT atau perusahaan harus membuat rencana kerja tahunan dan anggarannya. Rencana tersebut harus didiskusikan dengan Dewan Komisaris atau bisa juga dibahas saat menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. Dan sebenarnya, ini akan bertanggung pada anggaran dasar yang ada di perusahaan tersebut.

Apabila anggaran dasar perusahaan menentukan jika rencana kerja perlu mendapatkan persetujuan dari RUPS, artinya hal itu perlu dikaji oleh Dewan Komisaris. Tapi jika Direksi ternyata tidak membuat atau menyusun rencana kerja, artinya rencana kerja tahun sebelumnya akan kembali digunakan.

2. Membuat Pembukuan

Selanjutnya, pembukuan juga harus dibuat pada saat akhir tahun tiba. Jadi pembukuan merupakan proses pencatatan dan perhitungan dari semua transaksi, aktivitas yang dilakukan, keuntungan, kerugian maupun modal dan beberapa hal penting lainnya.

Jika pembukuan sudah dibuat, maka Direksi pun akan menyampaikannya kepada RUPS. Laporan tahunan biasanya akan ditelaah dulu oleh Dewan Komisaris paling lambat 6 bulan sesudah dilakukan tutup buku tahunan pada perusahaan tersebut.

Laporan tahunan biasanya berupa laporan laba rugi perusahaan, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan terkait tanggung jawab perusahaan secara sosial dan lingkungan, laporan terkait tugas pengawasan oleh Dewan Komisaris, Gaji maupun tunjangan untuk anggota direksi maupun anggota dari Dewan Komisaris perusahaan pada tahun yang baru saja berlalu.

Jadi banyak sekali laporan keuangan perusahaan yang akan dibuat untuk laporan tahunan dan harus disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan dari Organisasi Profesi Akuntansi Indonesia. Sedangkan untuk laporan laba rugi dan neraca dari tahun buku perusahaan juga harus diaudit baru kemudian disampaikan kepada Menteri.

Dan sebelum RUPS diselenggarakan, laporan tahunan perlu ditandatangani oleh semua anggota baik dari anggota Direksi maupun anggota Dewan Komisaris yang menjabat saat tahun buku sebelumnya. Untuk Anggota yang tidak mau melakukan penandatanganan pada laporan tahunan perlu menyebutkan alasannya secara tertulis. Karena alasan tersebut akan berguna sebagai bahan pertimbangan penilaian dari laporan tahunan perusahaan.

Download Aplikasi Indotel