Memahami Pengertian RUPS Secara Singkat

RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham merupakan agenda tahunan di mana pemegang saham mempunyai hak eksklusif untuk mendapatkan keterangan tentang perusahaan dari Direksi/Komisaris serta pengambilan keputusan untuk perusahaan. Lantas seperti apa penjelasan singkat tentang RUPS itu sendiri?

Memahami Pengertian RUPS Secara Singkat

Mengenal secara Singkat Apa Itu RUPS

RUPS biasanya digunakan sebagai wadah bagi para pemegang saham untuk menyampaikan pendapat secara formal berdasarkan laporan ataupun keterangan yang sudah diberikan. Pendapat ini patut didengar oleh pemegang saham lainnya, direksi, dan komisaris.

Nantinya, ketika pendapat tersebut disetujui di RUPS maka bisa menjadi sebuah aturan ataupun perintah yang harus dilakukan kedepannya. Secara sederhana masa depan perusahaan sangatlah bergantung pada Rapat Umum Pemegang Saham ini sehingga RUPS tidak bisa diselenggarakan secara sembarangan.

Bagaimana Mekanisme RUPS?

Pemegang saham yang memiliki hak suara bisa meminta diselenggarakan RUPS melalui surat tercatat termasuk di dalamnya alasan atau agenda yang dimaksudkan kepada Direksi. Pastinya agenda tersebut harus jelas supaya pembahasan dalam RUPS tersebut nantinya juga lebih fokus.

Setelah diberikannya permintaan RUPS maka Direksi harus melakukan pemanggilan RUPS dalam jangka waktu 15 hari sejak tanggal permintaan yang diterima. RUPS bisa diselenggarakan bila ada lebih dari setengah pemegang saham hadir.

Selain itu, RUPS harus diselenggarakan di headquarter Perseroan. Bila tidak memungkinkan maka RUPS bisa diselenggarakan secara online.

Apa Saja yang Dibahas dalam RUPS?

RUPS terbagi dalam dua bagian yaitu RUPS tahunan dan RUPS luar biasa. RUPS tahunan merupakan rapat wajib yang harus dilaksanakan Direksi setidaknya 6 bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir.

Ini berbeda dengan RUPS luar biasa yang bisa dilaksanakan kapan saja sesuai dengan kebutuhan Perseroan ataupun permintaan pemilik saham. Biasanya, RUPS luar biasa ini diselenggarakan bila terdapat situasi yang mengharuskan Direksi segera mengambil keputusan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang biasanya dibahas dalam RUPS baik RUPS tahunan ataupun RUPS luar biasa:
RUPS Tahunan biasanya membahas tentang laporan keuangan, laporan kegiatan perseroan, pemanggilan nama anggota Direksi dan Dewan Komisaris, rincian masalah yang timbul selama tahun buku, laporan tugas pengawasan oleh Dewan Komisaris, dan lainnya.
RUPS Luar Biasa berisi tentang sejumlah pembahasan seperti pergantian susunan Direksi dan Komisaris, perubahan tempat kedudukan, perubahan nama Perseroan, perubahan jangka waktu berdirinya perusahaan, atau hal lainnya.

Siapa Saja yang Boleh Mengajukan RUPS?

Selain mekanisme serta pembahasan apa saja dalam RUPS, Anda juga perlu memahami siapa saja yang boleh mengajukan Rapat Umum Pemegang Saham ini. Yang boleh mengajukan RUPS tentunya orang-orang yang ikut serta dalam rapat tersebut dan biasanya jumlahnya pun terbatas.

1. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris merupakan salah satu pihak yang boleh mengajukan RUPS. Meskipun, pihak ini bukanlah pemilik level tertinggi, dewan komisaris bisa mengajukan RUPS. Pengajuan ini biasanya dilakukan bila ada laporan penting yang harus disampaikan secara formal ke forum saat itu juga dalam RUPS Luar Biasa.

2. Pemegang Saham

Pemegang saham juga menjadi salah satu pihak yang bisa mengajukan RUPS. Pengajuannya bisa dilakukan oleh salah satu pemegang saham atau secara bersama. Hanya saja, pengajuan RUPS harus diwakili setidaknya 10% suara pemegang saham lainnya. Bila pengajuan dilakukan kurang dari suara tersebut maka RUPS tidak bisa diajukan ke Pengadilan.

RUPS menjadi salah satu wadah untuk pengambilan keputusan penting terkait masa depan perusahaan dengan berbagai mekanisme dan hal-hal yang harus dipahami tentunya.

Download Aplikasi Indotel